Kebaikan dari orang yang mudah lapar

orang yang mudah lapar kerapkali dituduh gampang gemuk atau berisiko alami berlebihan berat badan. namun baru-baru ini sesuatu studi baru mendapatkan bahwa orang yang mudah lapar layaknya anak kecil ini justru alami penurunan kognitif lebih lambat saat meraih umur tua daripada orang yang senantiasa jadi kenyang.
hasil studi ini tidak kami duga dikarenakan studi yang lain sudah tunjukkan bahwa orang-orang yang hidupnya sulit saat tetap kecil justru lebih condong alami problem layaknya penyakit jantung, masalah mental sampai manfaat kognitif yang lebih rendah dari pada orang yang periode kecilnya tidak hidup sulit, ungkap peneliti lisa l. barnes

studi yang dipublikasikan didalam jurnal neurology ini melibatkan 6. 158 orang dengan umur rata-rata 75 th. serta tinggal di chicago. partisipan yang 62 % salah satunya afro-amerika ini lalu ditanyai perihal situasi kesehatannya saat tetap kecil, kondisi finansial keluarganya sampai lingkungan studi partisipan. lantas tiap-tiap tiga th. sampai di akhir studi pada th. ke-16, partisipan juga melakukan tes kognitif untuk mengukur pergantian yang barangkali berlangsung pada manfaat otak partisipan.

dari situ peneliti mengungkap 5, 8 % partisipan afro-amerika yang dilaporkan kerap tidak memperoleh makanan yang cukup, kerap atau senantiasa lebih condong mempunyai tingkat penurunan kognitif yang lebih rendah sampai sepertiga dari pada partisipan yang jarang atau tidak dulu kesusahan memperoleh makanan.

disamping itu, 8, 4 % partisipan afro-amerika yang dilaporkan lebih kurus saat menginjak umur 12 th. dari pada anak-anak sebayanya juga dilaporkan mempunyai tingkat penurunan kognitif lebih rendah yakni sepertiga dari pada partisipan yang berat badannya sama atau lebih tinggi dari pada sebayanya. uniknya, situasi ini tidak berlaku untuk partisipan kaukasia atau berkulit putih.

menurut barnes, tim peneliti tidak paham tentu kenapa kurangnya konsumsi makanan pada saat kecil dapat memunculkan dampak perlindungan pada penurunan kognitif. peneliti cuma menduga bahwa pembatasan kalori bisa menunda pergantian tubuh yang terkait dengan umur serta menambah angka harapan hidupnya. dugaan yang lain ini adalah dampak survival selektif. lantas beberapa generasi tua didalam studi ini yang pernah alami periode kecil yang kesulitan justru sudah tertempa jadi orang-orang yang sangat tabah serta tangguh pada masanya.

Advertisements